​Indahnya Malam Pertama Pernikahan Berbalut Sunnah Rasullah

Rasulullah adalah teladan tiada banding. Sejarah (sirah) kehidupan beliau dapat kita semak, menetes dan meretas pada segala perilaku umatnya. Begitu juga pada malam pertama, saat membuka pertama kali hijab atau satir penghalang segala hal yang haram menjadi halal, bahkan menjadi sunnah dan bernilai ibadah. Inilah yang sering kita sebut dengan Adab Malam Pertama Pernikahan dalam Islam.
Jangan diabaikan, malam pertama adalah kesan yang indah jika dinikmati bersama, belajar bersama-sama, dan mempraktekkannya bersama.

Apa saja yang perlu dipelajari, sehingga malam pertama bagi pengantin baru benar-benar berkesan dan sesuai dengan adab malam pertama penikahan menurut Islam. Tulisan berikut menyuguhkan adab tersebut, sehingga segalanya dilakukan sesuai dengan sunnah rasul.

Menata Niat

Hadis yang popular, segala sesuatu tergantung niat. Innamal a malu binniat.

Ya.. segala sesuatunya harus dimulai dengan niat yang baik-baik. Memang terkadang ada khilaf. Niat membantu kita mempermudah melakukan evaluasi diri. Kembalikan pada niat.

Ingat, banyak ibadah justru bernilai duniawi. Tidak berbekas sama sekali dengan pahala dan kebaikan. Apa sebabnya? Niat yang salah. Karena riya, ingin dipuji, agar mendapat pengaruh, dan sebagainya.

Ada pula kegiatan duniawi yang berlimpah berkah, mendapat nilai dan berlipat pahala ibadah. Seperti bekerja dengan niat untuk memberikan nafkah kepada keluarga. Bekerja untuk menabung dan memberangkatkan haji orang tua. Dan banyak lagi contoh lainnya.

Begitupun persiapan malam pertama dengan pasangan halal. Buang jauh-jauh niat yang tidak baik. Kembalikan kepada niat yang tulus, membahagiakan pasangan, memberikan nafkah batin dan rohani, melaksanakan hubungan yang halal sebagaimana tuntunan dan adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Sebaik-baiknya niat adalah ibadah dengan meneladani sunnah rasulullah. Kembalikan segala perilaku kita untuk meniru apa yang telah disunahkan olehnya.

Awali dengan Bermain Bersama

Mulailah kehidupan baru dengan bermain bersama. Seiring itu sisipkan dialog dan pembelajaran tentang kehidupan ranjang. Bermain dan bercengkerama untuk menjalin keakraban pasca menikah, sekaligus menghapus sekat pembeda.

Segala sesuatu yang dijadikan permainan bani Adam adalah bathil kecuali tiga hal: melempar (anak panah) dari busurnya, melatih kuda dan bercanda dengan isteri, sesungguhnya semua itu adalah hak. (Hadis Shahiih al-Jaamiish Shaghiir no. 4532, juga dalam Sunan an-Nasa-i dalam al-Usyrah- Qof II/74.

Lanjutkan dengan Belajar Bersama

Tidak perlu lagi tabu membicarakan hubungan suami istri dengan pasangan. Karena kehidupan ranjang adalah hak dan kewajiban kedua belah pihak. Jika salah satu pasangan memintanya, maka berkewajiban untuk saling memenuhi.

Baca Juga  Menikah Usia Muda, Baik Atau Tidak Baik Sih?

Dengan belajar bersama, maka pasangan pengantin baru dapat bekerjasama menunaikan malam pertama yang indah dengan sama-sama sesuai dengan kaidah dan Adab Malam Pertama Pernikahan dalam Islam.

Membiasakan belajar bersama juga merupakan tanda pasangan yang terbuka, awal dari kesiapan untuk meningkatkan potensi atau kelebihan, dan tidak lupa untuk menerima segala kekurangan. Dengan belajar bersama juga membuka ruang untuk saling berbenah, memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas bersama-sama.

Mulai Dengan Saling Membersihkan Badan

Mandi sebelum malam pertama adalah sunnah. Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad, bahwa Rasulullah selalu mandi setelah menggauli istri pertama sebelum menggilir istri kedua, lalu mandi lagi untuk istri ketiga, dan seterusnya.

Selain itu, jika membersihkan badan dilakukan dengan mandi bersama, bukankah lebih romantis? Islam sesuai dengan ajaran Rasulullah membolehkan pasangan suami istri melakukan mandi secara bersama, sebagaimana diriwiyatkan oleh HR. Bukhari Muslim dari cerita Aisyah, bahwa saat sedang junub Rasulullah mengajak Aisyah untuk mandi bersama dalam satu bejana.

Berhias, Memakain Wangi-Wangian dan Busana yang Menarik untuk Pasangan

berdandan-untuk-malam-pertama

Estafet selanjutnya sudah mendekati detik-detik malam yang indah. Ya, malam pertama berhubungan intim dengan pasangan secara halal. Saat di hadapan istri atau suami, dihalalkan memakai segala sesuatu yang dapat semakin mendekatkan hubungan, menjalin kemesraan dan keintiman lebih harmonis.

Berhias dan memakai wangi-wangian di hadapan suami atau istri disunnahkan. Asal perhiasan yang dipakai tidak melanggar syariat, seperti larangan pria menggunakan emas atau sutra.

Ditulis dari riwayat yang disampaikan oleh Ahmad didalam al Musnad dari Asma binti Yazid bin as Sakan;

Aku pernah merias Aisyah untuk Rasulullah saw lalu aku mendatangi beliau saw dan mengajaknya untuk melihat kecantikan Aisyah. Beliau saw pun mendatanginya dengan membawa segelas susu lalu beliau meminumnya dan memberikannya kepada Aisyah maka Aisyah pun menundukkan kepalanya karena malu”

Lemah Lembut Menggauli Pasangan

Kasih sayang dan kelembutan adalah cara Nabi dalam menggauli istri beliau. Gunakan cara yang dicontohkan oleh beliau. Hindari kata-kata dan sentuhan yang kasar. Insya Allah itu akan membawa suasana malam pertama semakin romantic.

Berdoa

Jangan lupa untuk berdoa. Karena ini adalah sunnah yang membedakan Islam dengan agam lain. Islam telah sempurna memberikan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari, agar terwujud keindahan dan keberkahan hidup.

Baca Juga  Menyuguhkan Seserahan Pernikahan yang Romantis, Cantik Sedap Dipandang

Shalat Dua Rakaat

sholat-malam-pertama-pernikahan

Shalat sunnah dua rekaat dilakukan untuk melimpahkan berkah hubungan suami istri. Dari Syaibah dari Ibnu Masud, shalat dua rakaat kemudian dilanjutkan doa,

Allahumma Barik Lii fii Ahlii dan Barik Lahum fii. Allahummajma Bainanaa Ma Jamata bi Khoirin wa Farriq Bainana idza Farroqta bi Khoirin

Wahai Allah berkahilah aku (kami) didalam keluargaku dan berkahilah mereka didalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula.

Doa Saat Jimak atau Menggauli Istri

Ada satu adab penting yang menjadi panutan umat Islam, yakni berdoa pada saat bersenggema. Doa ini dilafadzkan pada saat hubungan suami istri dilakukan, pada detik-detik bersenggema. Dalam istilah umum saat penetrasi seks dilakukan. Doa tersebut adalah;

Allahumma Jannibna asy Syaithon wa Jannib asy Syaithon Ma Rozaqtana

Wahai Allah jauhilah kami dari setan dan jauhilah setan dari apa-apa yang Engkau rezekikan kepada kami.

Dengan berdoa pada saat penetrasi seks, maka keberkahan hidup Insya Allah semakin berlimpah, dengan karunia keturunan yang shalih dan shalihah.

Bersuci Diantara Dua Senggema

Pengantin baru tentu masih mempunyai semangat yang membara dan prima. Maka tidak menutup kemungkinan ronde hubungan suami istri bisa terjadi beberapa kali.

Untuk itu, adab sebagaimana yang diajarkan Rasulullah adalah selalu membersihkan diri dengan mandi di antara dua senggema, lebih-lebih saat menggilir istri beliau. Kesucian jauh lebih baik.

Bersuci tersebut bisa dengan mandi junub, atau setidaknya dengan melakukan wudhu.

Boleh Mengeluarkan Mani di Luar Kemaluan Istri

Dalam Islam dikenal dengan azl. Hal ini dibolehkan sebagaimana riwayat yang disampaikan oleh Bukhori dan Muslim dari Jabir bin Abdullah berkata,Kami melakukan azl sementara al Quran masih turun dan hal ini sampai kepada Nabi saw dan beliau saw tidaklah melarangnya.

Namun begitu, yang utama adalah meninggalkan azl. Yakni tetap mengeluarkan mani di dalam. Karena kenikmatan orgasme bersama di dalam adalah jauh lebih membahagiakan.

Demikian sebagian dari Adab Malam Pertama Pernikahan dalam Islam. Artikel masih berupa ringkasan dengan dalil yang tidak detail. Semoga tidak mengurangi keberkahan untuk melaksanakan tatanan sunnah nabi, khususnya dalam rangka menjaga kehormatan dan keharmonisan rumah tangga kita.

Reply